Tampilkan postingan dengan label anaknya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anaknya. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Desember 2013
Ibu Tinggalkan 2 Anaknya di Dalam Kereta Hingga Mati Kepanasan
Samantha Harper/dailymail.com
Tennessee, Samantha Harper (25) mungkin tak menyangka apa yang telah diperbuatnya telah merenggut dua nyawa anaknya. Samantha meninggalkan dua anaknya di dalam kereta dalam keadaan terkunci hingga mereka tmeninggal akibat kepanasan.
"Anda menempatkan seseorang di dalam kereta dengan kaca jendela tertutup, dengan tidak ada ventilasi. Hal itu dapat meningkatkan suhu dengan mudah 30 hingga 40 darjah celsius di dalam kereta ," kata juru cakap PolisSmyrna Sgt. Bobby Gibson seperti dikutip dari dailymail.com, Selasa (7/8/2012).
Dua anak Samantha adalah Daniel Marise (3) dan Savannah (2). Keduanya mati lemas setelah terkunci dalam kereta selama lebih dari satu jam.
Polis mengatakan Harper mengakui telah menempatkan anak-anaknya di dalam kereta ketika dia tertidur di dalam rumahnya. Polis juga menggeledah rumah Harper dan menemukan banyak hal yang mereka sebut sangat menyedihkan.
"Kami akan mengikuti setiap petunjuk yang kami dapatkan. Kami akan berbicara kepada semua orang bahawa kita harus memiliki pengetahuan tentang anak-anak dan kondisi rumah," kata Sgt. Gibson.
sumber
osseram"Anda menempatkan seseorang di dalam kereta dengan kaca jendela tertutup, dengan tidak ada ventilasi. Hal itu dapat meningkatkan suhu dengan mudah 30 hingga 40 darjah celsius di dalam kereta ," kata juru cakap PolisSmyrna Sgt. Bobby Gibson seperti dikutip dari dailymail.com, Selasa (7/8/2012).
Dua anak Samantha adalah Daniel Marise (3) dan Savannah (2). Keduanya mati lemas setelah terkunci dalam kereta selama lebih dari satu jam.
Polis mengatakan Harper mengakui telah menempatkan anak-anaknya di dalam kereta ketika dia tertidur di dalam rumahnya. Polis juga menggeledah rumah Harper dan menemukan banyak hal yang mereka sebut sangat menyedihkan.
"Kami akan mengikuti setiap petunjuk yang kami dapatkan. Kami akan berbicara kepada semua orang bahawa kita harus memiliki pengetahuan tentang anak-anak dan kondisi rumah," kata Sgt. Gibson.
sumber
Rabu, 18 Desember 2013
Selepas tikan suami dia bunuh ketiga anaknya
22 Okt 2013
| google
Pergaduhan sepasang suami isteri yang nama keluarganya Lei dengan suaminya yang juga bermarga Lei di Jiahe, Hunan, China Tengah berakhir maut. Lei, wanita itu, menusuk suaminya dengan sebilah pisau. "Suaminya terluka di bahagian kepala,"kata hasil penyiasatan sementara polis setempat sebagaimana laporan Xinhua pada Selasa (22/10/2013).
Kata polis , kejadian itu berlangsung dini hari sekitar pukul 00:18 waktu setempat. Polis yang memecahkan pintu rumah keluarga itu menemui tiga kanak-kanak anak kandung pasangan tersebut sudah terbujur kaku tak bernyawa di tempat tidur dan ruang tamu.
Polis mencatat kanak-kanak itu berumur 9, 2, dan 1 tahun. Sementara, polis juga menemukan bukti yang tangan kiri wanita itu terluka. "Wanita itu juga berusaha untuk bunuh diri,"kata pernyataan polis .
Yang lebih mengejutkan, menurut versi polis , Lei juga mengaku yang dialah yang membunuh ketiga kanak-kanak itu. "Kami terus melakukan penyiasatan atas kes ini," demikian pernyataan polis .KOMPAS.com
Kata polis , kejadian itu berlangsung dini hari sekitar pukul 00:18 waktu setempat. Polis yang memecahkan pintu rumah keluarga itu menemui tiga kanak-kanak anak kandung pasangan tersebut sudah terbujur kaku tak bernyawa di tempat tidur dan ruang tamu.
Polis mencatat kanak-kanak itu berumur 9, 2, dan 1 tahun. Sementara, polis juga menemukan bukti yang tangan kiri wanita itu terluka. "Wanita itu juga berusaha untuk bunuh diri,"kata pernyataan polis .
Yang lebih mengejutkan, menurut versi polis , Lei juga mengaku yang dialah yang membunuh ketiga kanak-kanak itu. "Kami terus melakukan penyiasatan atas kes ini," demikian pernyataan polis .KOMPAS.com
Minggu, 01 Desember 2013
Kisah Menyetuh Hati Pengorbanan Seorang Ibu Melindungi Anaknya Dari Runtuhan Gempa
Artikel ini admin peroleh dari kiriman email seorang sahabat (Herizal Alwi). Ini adalah kisah nyata tentang pengorbanan seorang ibu ketika gempa bumi melanda Jepang. Ketika gempa bumi telah reda, sewaktu regu penyelamat tiba di sebuah rumah yang telah musnah milik seorang wanita muda, diantara reruntuhan mereka melihat tubuh seorang wanita dalam posisi seperti berlutut (seperti orang yg sedang bersembahyang/berdoa), dengan badannya menunduk ke depan dan kedua-dua tangannya seperti melindungi sesuatu. Runtuhan rumah tersebut telah mengenai pada bahagian belakang dan kepalanya.
Regu penyelamat dengan susah payah untuk mencapai wanita tersebut melalui celahan runtuhan tersebut dengan harapan wanita tersebut masih hidup. Namun begitu, keadaan badan wanita tersebut yg sejuk dan kaku menunjukkan yang dia sudah tiada lagi. Regu penyelamat lantas terus meninggalkan rumah wanita tersebut.
Tiba-tiba, ketua Regu penyelamat merasakan seperti ada sesuatu yang tidak semestinya, lalu diputuskan kembali ke rumah tersebut. Dia telah berlutut sekali lagi dan coba mencapai sedaya upayanya diantara runtuhan untuk mencapai sedikit ruang kosong di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, dia menjerit, “ada bayi, ada bayi disini!!” Lantas seluruh pasukan penyelamat bekerjasama menyingkirkan sisa runtuhan disekeliling mayat wanita tersebut. Apa yang mereka lihat ada seorang bayi lelaki yang berusia 3 bulan yang berbalut deangan selimut di dalam pelukan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut telah terkorban ketika melindungi bayinya. Ketika gempa bumi terjadi, dia telah menggunakan tubuhnya sebagai perisai pelindung bagi bayinya. Bayi tersebut masih nyenyak tidur ketika ketua regu penyelamat mengangkatnya keluar dari celah runtuhan.
Dokter dengan segera memeriksa keadaan bayi lelaki tersebut dan ketika docter membuka balutan selimut bayi itu, dia menemukan sebuah telepon seluler dan terpampang di layar telepon tersebut sepotong pesan bertuliskan
“SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU..”
Pesan ini telah dibaca oleh semua orang yang berada di situ, dan mereka semua menangis dan tersentuh.
“SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU..”
Begitu besarnya kasih sayang seorang Ibu...!!
Sumber: http://niponk.blogspot.com/2011/09/kisah-menyetuh-hati-pengorbanan-seorang.html#ixzz1ZGj3Mdzx

Tiba-tiba, ketua Regu penyelamat merasakan seperti ada sesuatu yang tidak semestinya, lalu diputuskan kembali ke rumah tersebut. Dia telah berlutut sekali lagi dan coba mencapai sedaya upayanya diantara runtuhan untuk mencapai sedikit ruang kosong di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, dia menjerit, “ada bayi, ada bayi disini!!” Lantas seluruh pasukan penyelamat bekerjasama menyingkirkan sisa runtuhan disekeliling mayat wanita tersebut. Apa yang mereka lihat ada seorang bayi lelaki yang berusia 3 bulan yang berbalut deangan selimut di dalam pelukan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut telah terkorban ketika melindungi bayinya. Ketika gempa bumi terjadi, dia telah menggunakan tubuhnya sebagai perisai pelindung bagi bayinya. Bayi tersebut masih nyenyak tidur ketika ketua regu penyelamat mengangkatnya keluar dari celah runtuhan.
Dokter dengan segera memeriksa keadaan bayi lelaki tersebut dan ketika docter membuka balutan selimut bayi itu, dia menemukan sebuah telepon seluler dan terpampang di layar telepon tersebut sepotong pesan bertuliskan
“SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU..”
Pesan ini telah dibaca oleh semua orang yang berada di situ, dan mereka semua menangis dan tersentuh.
“SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU..”
Begitu besarnya kasih sayang seorang Ibu...!!
Sumber: http://niponk.blogspot.com/2011/09/kisah-menyetuh-hati-pengorbanan-seorang.html#ixzz1ZGj3Mdzx
Langganan:
Postingan (Atom)