Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Maret 2014
10 Macam Alat Penangkap Ikan di Indonesia
1. Pukat Udang

Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya. Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak. Tujuan utama pukat udang adalah untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).
2. Pukat Kantong

Pukat kantong adalah jenis jaring menangkap ikan berbentuuk kerucut yang terdiri dari kantong atau bag, badan(body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp). Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya mesh sizenya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.
3. Pukat Cincin (purse seine)

Pukat cincin adalah jaringan yang terbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring sehingga membentuk kerut dan seperti mangkuk. Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.
4. Jaring Insang

Jaring insang adalah jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bagian atas dan pemberat pada bagian bawah jaring. Dioperasikan dengan tujuan menghadang ruaya gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi. Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan. Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap(set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.
5. Jaring Angkat

Jaring angkat adalah suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal. Alat ini terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan. Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil. Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat adalah bagan perahu atau rakit (boat / raft lift net), bagan tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).
6. Mata Pancing

Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan. Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya. Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel). Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan. Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.
7. Bubu

Perangkap adalah salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar karena dihalangi dengan berbagai cara. Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bamboo, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastic, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai daerah arus kuat, dan di daerah pasang surut. Alat ini cenderung selektif karena ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai. Contoh perangkap adalah sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.
8. Pengumpul kerang dan rumput laut

Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)
Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif karena ditujukan untuk menangkap target seperti kerang-kerangan. Contoh pengumpul kerang adalah garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, contoh pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan kalau tidak dilakukan sesuai prosedur.
9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)

Pukat ikan karang (muro-ami) adalah suatu alat penangkapan yang dibuat dari jaring, yang terdiri dari sayap dan kantong yang dalam pengoperasiannya dilakukan penggiringan ikan-ikan yang akan ditangkap agar masuk ke bagian kantong yang telah dipasang terlebih dahulu. Alat ini cenderung tidak destruktif dan tidak merusak ekosistem, karena metode pengoperasiannya yang tidak sampai merusak karang. Penggunaan alat ini dilakukan oleh beberapa nelayan dengan berenang, mengejutkan ikan-ikan karang sambil membawa alat penggiring. Dinamakan pukat ikan karang karena tujuan utamanya adalah menangkap jenis-jenis ikan karang.
10. Tombak

alat penangkap yang terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. Tali penariknya dipegang oleh nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil tinjauan tangkapan.
Senapan adalah alat penangkap yang terdiri dari anak panah dan tangkai senapan. Penangkapan dengan senapan umumnya dilakukan dengan cara melakukan penyelaman pada perairan karang. Untuk penangkapan dengan panah biasa, umumnya dilakukan dekat pantai atau perairan dangkal.
Harpun Tangan adalah alat penangkap yang terdiri dari tombak dan tali panjang yang diikatkan pada mata tombak. Harpun tangan ini ditujukan untuk menangkap paus, dimana tombak langsung dilemparkan dengan tangan kearah sasaran (paus) dari atas perahu.
Kecenderungan alat tangkap yang relatif sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. Tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalahgunakan.

Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya. Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak. Tujuan utama pukat udang adalah untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).
2. Pukat Kantong

Pukat kantong adalah jenis jaring menangkap ikan berbentuuk kerucut yang terdiri dari kantong atau bag, badan(body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp). Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya mesh sizenya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.
3. Pukat Cincin (purse seine)

Pukat cincin adalah jaringan yang terbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring sehingga membentuk kerut dan seperti mangkuk. Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.
4. Jaring Insang

Jaring insang adalah jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bagian atas dan pemberat pada bagian bawah jaring. Dioperasikan dengan tujuan menghadang ruaya gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi. Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan. Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap(set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.
5. Jaring Angkat

Jaring angkat adalah suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal. Alat ini terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan. Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil. Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat adalah bagan perahu atau rakit (boat / raft lift net), bagan tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).
6. Mata Pancing

Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan. Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya. Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel). Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan. Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.
7. Bubu

Perangkap adalah salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar karena dihalangi dengan berbagai cara. Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bamboo, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastic, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai daerah arus kuat, dan di daerah pasang surut. Alat ini cenderung selektif karena ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai. Contoh perangkap adalah sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.
8. Pengumpul kerang dan rumput laut

Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)
Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif karena ditujukan untuk menangkap target seperti kerang-kerangan. Contoh pengumpul kerang adalah garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, contoh pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan kalau tidak dilakukan sesuai prosedur.
9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)
Pukat ikan karang (muro-ami) adalah suatu alat penangkapan yang dibuat dari jaring, yang terdiri dari sayap dan kantong yang dalam pengoperasiannya dilakukan penggiringan ikan-ikan yang akan ditangkap agar masuk ke bagian kantong yang telah dipasang terlebih dahulu. Alat ini cenderung tidak destruktif dan tidak merusak ekosistem, karena metode pengoperasiannya yang tidak sampai merusak karang. Penggunaan alat ini dilakukan oleh beberapa nelayan dengan berenang, mengejutkan ikan-ikan karang sambil membawa alat penggiring. Dinamakan pukat ikan karang karena tujuan utamanya adalah menangkap jenis-jenis ikan karang.
10. Tombak
alat penangkap yang terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. Tali penariknya dipegang oleh nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil tinjauan tangkapan.
Senapan adalah alat penangkap yang terdiri dari anak panah dan tangkai senapan. Penangkapan dengan senapan umumnya dilakukan dengan cara melakukan penyelaman pada perairan karang. Untuk penangkapan dengan panah biasa, umumnya dilakukan dekat pantai atau perairan dangkal.
Harpun Tangan adalah alat penangkap yang terdiri dari tombak dan tali panjang yang diikatkan pada mata tombak. Harpun tangan ini ditujukan untuk menangkap paus, dimana tombak langsung dilemparkan dengan tangan kearah sasaran (paus) dari atas perahu.
Kecenderungan alat tangkap yang relatif sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. Tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalahgunakan.
sumber
Rabu, 01 Januari 2014
10 Gunung Tertinggi di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai banyak gnunung dan pegunungan. Hal ini tentu tak terlalu mengherankan, mengingat posisi berada pada pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Tercatat di Indonesia terdapat sekitar 400 gunung berapi dimana 130 di antaranya adalah gunung berapi aktif. Nah, dari jumlah tersebut, kita akan mengurutkan daftar 10 gunung tertinggi di Indonesia. gunung apa sajakah itu? silahkan disimak.
1. Gunung Puncak Jaya (4.884 meter), Papua

2. Gunung Kerinci (3.805 meter), Sumatera Barat dan Jambi

3. Gunung Rinjani (3.726 meter), Lombok, Nusa Tenggara Barat

4. Gunung Semeru (3.676 meter), Kab. Malang dan Lumajang

5. Gunung Slamet (3.432 meter), Perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

6. Gunung Sumbing (3.371 meter), Kabupaten Magelang, kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung

7. Gunung Arjuno (3.339 meter), Malang, Jawa Timur

8. Gunung Raung (3.322 meter), Banyuwangi, Jawa Timur

9. Gunung Lawu (3.265 meter), Karanganyar, Wonogiri, Magetan

10. Gunung Welirang (3.156 meter), Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang
1. Gunung Puncak Jaya (4.884 meter), Papua

2. Gunung Kerinci (3.805 meter), Sumatera Barat dan Jambi

3. Gunung Rinjani (3.726 meter), Lombok, Nusa Tenggara Barat

4. Gunung Semeru (3.676 meter), Kab. Malang dan Lumajang

5. Gunung Slamet (3.432 meter), Perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.
6. Gunung Sumbing (3.371 meter), Kabupaten Magelang, kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung
7. Gunung Arjuno (3.339 meter), Malang, Jawa Timur

8. Gunung Raung (3.322 meter), Banyuwangi, Jawa Timur

9. Gunung Lawu (3.265 meter), Karanganyar, Wonogiri, Magetan
10. Gunung Welirang (3.156 meter), Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang
sumber
Spesies Hewan Purba Yang Masih Hidup di Indonesia
1.Buaya
Seperti telah kita ketahui bersama baha buaya merupakan salah satu hewan purba yang tersisa si bumi ini. Buaya merupakan hewan Karnivora yang dapat hidup di air dan daratan. Indonesia memiliki 7 spesies buaya dari total seluruh spesies buaya yang ada di Dunia.
Spesies buaya yang terdapat di Indonesia antara lain :
# Buaya muara (Crocodylus porosus) :

Buaya muara merupakan spesies buaya yang terbesar, terpanjang dan terganas di antara jenis-jenis buaya lainnya di dunia. Buaya muara juga memiliki habitat persebaran yang sangat luas, bahkan terluas dibandingkan spesies buaya lainnya. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.
#Buaya irian (Crocodylus novaeguineae)

Buaya irian hanya terdapat di pulau Irian (Indonesia dan Papua Nugini). Bentuk tubuh buaya yang hidup di air tawar ini menyerupai buaya muara hanya berukuran lebih kecil dan berwarna lebih hitam.
#Buaya mindoro (Crocodylus mindorensis)

Buaya mindoro semula termasuk anak jenis (subspesies) dari buaya irian (Crocodylus novaeguineae) tapi kini buaya ini di anggap sebagai jenis tersendiri. Buaya mindoro di Indonesia dapat ditemukan di Sulawesi bagian timur dan tenggara.
#Buaya kalimantan (Crocodylus raninus)

Buaya kalimantan mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan buaya muara. Lantaran itu buaya yang hanya dapat ditemui di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan ini statusnya masih menjadi perdebatan para ahli.
#Buaya siam atau buaya air tawar (Crocodylus siamensis)

Buaya Siam diperkirakan berasal dari Siam. Buaya siam selain di Indonesia dapat dijumpai pula di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos, dan Kamboja. Di Indonesia, buaya siam hanya terdapat di Jawa dan Kalimantan.
#Buaya sahul (Crocodylus novaeguineae)

Buaya sahul sebenarnya sama atau masih dianggap satu jenis dengan buaya irian. Namun oleh beberapa ahli taksonomi buaya sahul yang hanya tersebar di Papua bagian selatan ini diusulkan untuk menjadi spesies tersendiri.
#Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii)

Buaya senyulong tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Yang membedakan buaya senyulong dengan jenis buaya lainnya adalah moncongnya yang relatif sempit.
2.Komodo

Komodo, atau yang biasa disebut gengan biawak komodo (Varanus komodoensis), merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang tubuh mencapai 2-3 meter dan berat mencapai 70-140 kg. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.
Komodo merupakan dinasaurus purba yang hanya hidup (endemik) di Indonesia saja, tepatnya di Taman Nasional Pulau Komodo. Walaupun begitu komodo juga dapat ditemukan di dua pulau lain disekitar pulau komodo yakni, pulau Rinca dan Pulau Padar.
Rahasia Kadal Komodo hingga dapat bertahan selama 40 juta tahun ialah karena ia memiliki sistem pertahanan hidup alami yang terdapat pada kuku serta air liurnya. Air liur komodo s angat mematikan karena mengandung 66 jenis bakteri mematikan. Rhasia lain mengapa komodo dapat bertahan selama ini ualah karean cara bereproduksi komodo sangat istemewa. Komodo dapat bertelur tanpa adanya pejantan (partenogenesis).
3.Coelacanth (Raja Ikan Laut Purba)

Ikan raja laut atau Coelacanth merupakan ikan purba yang banyak hidup pada 360 juta tahun yang lalu. Ikan raja laut yang dikenal sebagai Coelacanth kini hanya tersisa dua spesies yaitu Latimeria menadoensis (Indonesia Coelacanth) dan Latimeria chalumnae (Comoro Coelacanth). Sedangkan berbagai jenis lainnya, sekitar 120 spesies, dinyatakan telah punah dan hanya ditemukan fosilnya saja.
Coelacanth adalah jenis ikan berparu-paru yang dipercaya sebagian ahli sebagai nenek moyang tetrapoda, yaitu nenek moyang binatang yang hidup di darat termasuk manusia. Ikan raja laut atau Coelacanth mempunyai habitat di lautan dalam, 700 meter di bawah permukaan laut. Meski terkadang ikan purba ini bisa berada dikedalaman laut 200 meter.
Pada tahun 1998, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan jenis ini sebenarnya sudah umum dikenal oleh nelayan setempat namun belum terdiskripsikan hingga seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Erdmann dan beberapa temannya termasuk ilmuan LIPI mempublikasikannya dan belakangan ikan raja laut ini disebut sebagai spesies baru, Latimeria menadoensis ( Coelacanth Sulawesi).
Antara ikan raja laut spesies Latimeria chalumnae (Coelacanth Komoro) dan Latimeria menadoensis (Coelacanth Sulawesi) mempunyai ciri-ciri yang serupa. Ekor ikan purba ini berbentuk seperti kipas dengan mata yang besar dan sisik yang terlihat tidak sempurna (seperti batu). Panjangnya mencapai 2 meter dengan berat mencapai 80-100 kg. Perbedaannya terdapat pada warna kulit Latimeria menadoensis yang berwarna coklat sedangkan Latimeria chalumnae berwarna biru baja.
4. Arwana

Menurut kelompok kuno Osteoglossids, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Saat ini, mereka bisa ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia
Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arowana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap dalam penerbangan pertengahan (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 6 ") ke udara) .
sumber
Orignal From: Spesies Hewan Purba Yang Masih Hidup di Indonesia
Gita Cherry Prabhandhari seorang Google spam fighter asal Indonesia

Mungkin belum banyak orang-orang yang mengenal siapa Gita Cherry Prabhandhari. Ia adalah orang Indonesia yang tumbuh besar di Indonesia dan menyelesaikan kuliahnya di Ritsumeikan Asia PasificUniversity, Jepang.
Menurut situs pribadi Gita Cherry Prabhandhari di alamat http://prabhandhari.com, si cantik Gita Cherry Prabhandhari ini punya spesialisasi di bidang Spam Investigation, Digital Media Planning, Web Analytics, Oral History, Social Resarch dan Web Building.
Dunia teknologi informasi memang selalu identik dengan kaum geek yang biasanya didominasi oleh kaum Adam, namun kaum Hawa pun mulai turut serta berperan di dunia IT, sebut saja Gita Cherry Prabhandhari, seorang Google spam fighter asal Indonesia.
gadis Indonesia asli yang diangkat oleh Google untuk mengurusi masalah Search Quality Associate di tim Search Quality Google yang memiliki tugas khusus untuk membasmi Spam, terutama untuk wilayah Indonesia. Sampai saat ini wanita cantik ini memang satu-satunya Googler (sebutan untuk karyawan Google) yang bekerja di Google Dublin, Irlandia.
Sosok Gita Cherry Prabhandhari sebenarnya sudah cukup hangat dibicarakan di kalangan blogger Indonesia dan forum Kaskus yang mana mereka menyebut Gita Cherry Prabhandhari sebagai webmaster Google pertama di Indonesia.
Gita Cherry Prabhandhari sendiri membantah bahwa dirinya adalah bekerja sebagai webmaster, dia lebih suka disebut sebagai spam fighter yang bertugas untuk menyaring sampah spam yang memenuhi hasil pencarian Google.
Seperti yang dilansir dari Kaskus, tugas utama seorang Gita Cherry Prabhandhari sebagai Search Quality Associate untuk bahasa Indonesia di Google antara lain :
- Meninjau ulang kualitas dan kuantitas situs.
- Meningkatkan kualitas hasil pencarian Google dengan mengevaluasiwebsite dan mengidentifikasi bidang yang menjadi perhatian dan kepentingan.
- Bekerja sama dengan tim teknik untuk meningkatkan kualitas pencarian Google.
- Memeriksa isu-isu kualitas pencarian di indeks Google termasuk memerangi spam.
- Fokus pada peningkatan kualitas pencarian Google di Indonesia.
Prestasi yang diukir Gita Cherry Prabhandhari ini membuktikan bahwa dunia teknologi informasi bukan hanya milik kaum laki-laki saja, namun perempuan juga dapat berperan di bidang ini.
Wajahnya yang ayu khas Indonesia, apalagi nama Gita Cherry Prabhandhari yang mengingatkan kita akan girlband Cherry Belle, tentu menjadi daya tarik yang menarik tersendiri, apalagi bagi para SEO Fighter dan Website Administrator / Owner.
*****I
ni membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia di Indonesia ini tidak kalah dengan orang Eropa atau Amerika, semoga semakin banyak putra-putri bangsa yang mencetak prestasi seperti si manis Gita Cherry Prabhandhari.
sumber
Sabtu, 30 November 2013
Indonesia akan Menjadi The Next Economic Superpower

Bunyi terompet kematian yang menandai robohnya ekonomi negara-negara Eropa sayup-sayup mulai terdengar. Perekonomian negara-negara utama seperti Perancis, Italia, Spanyol dan Yunani sedang dirawat di UGD. Sementara raksasa ekonomi lainnya, Amerika Serikat, telah lama termehek-mehek dalam kegelapan ekonomi yang tanpa ujung.
Sementara di
belahan dunia lain, yang dipisahkan oleh samudera Atlantik dan Pasifik, muncul kekuatan ekonomi baru yang terus tumbuh. Belahan dunia lain itu bernama benua Asia. Inilah sebuah benua, dimana kegemilangan masa depan ekonomi dunia tengah diracik dan dibentangkan.
Dan senyampang dengan itu, dengan gagah berani muncul barisan the Next Economic Superpowers : China, India, South Korea, dan tentu saja sebuah negeri indah yang bernama : Indonesia.
Salah satu tanda kebesaran ekonomi sebuah bangsa, selalu dilihat dari size PDB-nya atau produk domestik bruto (atau GDP/Gross Domestic Product). Dalam bahasa kampung, PDB merupakan total output/produksi yang dihasilkan oleh sebuah negara : mulai dari produksi sepatu oleh pengrajin Cibaduyut hingga hasil minyak Pertamina; mulai dari produksi mie tek-tek di pinggir pasar Glodok hingga produksi kelapa sawit di perkebunan maha luas milik Astra Agro Lestari.
Pendeknya, PDB ibarat volume produksi bagi para juragan pabrik. Makin besar, makin bagus. Dan negeri kita, karena jumlah penduduknya yang amat banyak serta area Nusantara yang maha luas (lebih panjang dibanding negara Amerika), termasuk negara dengan PDB yang relatif besar yakni : 6,000 trilyun rupiah (atau berada pada posisi 18 terbesar di dunia).
Nah, angka PDB itu juga yang dijadikan dasar untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Jadi, kalau di koran-koran kita dengar ekonomi Indonesia akan tumbuh 6 %, maka patokannya adalah : angka PDB yang besarnya sudah Rp 6,000 trilyun akan tumbuh 6 % (atau tumbuh sebesar Rp 360 trilyun rupiah). Angka pertumbuhan 6 % tergolong bagus (Eropa dan Amerika hanya bisa tumbuh 1,5%; jadi kita bisa tumbuh 4 kali lipat dibanding mereka !!).
Dengan basis angka PDB yang sudah cukup besar, dan didukung dengan angka pertumbuhan yang meyakinkan (yakni antara 6 – 7%), Indonesia PASTI akan menjadi raksasa ekonomi di masa depan (sayangnya, media massa kita jarang menampilkan hal ini. Justru media internasional yang berkali-kali membahas masa depan gemilang ekonomi Indonesia).
Yang mungkin juga layak dicatat adalah ini : jumlah size PDB yang 6000 triyun itu, mayoritasnya (sekitar 63%) di sumbang oleh konsumsi domestik. Atau oleh belanja konsumen domestik, atau ya oleh kita-kita ini : mulai dari membeli Blackberry Bold 9900 baru di pasar Roxi hingga ambil Vario gres di dealer motor; mulai dari jalan-jalan sambil makang siang di Mall hingga beli baju modis di Bandung.
Konsumen Indonesia memang amat powerful. Itulah kenapa seorang haji yang juga juragan sukses pernah bilang : cari uang di Indonesia itu amat gampang; uang ratusan milyar bercereran di jalan dan di pasar; kita tinggal mengambilnya semudah mengorek upil.
Maksud sang juragan itu jelas : peluang bisnis dan prospek pasar di negeri ini sedemikian menggiurkan, dan inilah kesempatan emas bagi siapa saja untuk menjalankan bisnis (kalau ndak percaya tanya Toyota dan Nestle kenapa mereka mau bikin pabrik baru di Cikarang, masing-masing senilai 2 trilyun). So, just build your own business, and do it NOW.
Elemen lain yang juga akan membuat Indonesia menjadi superpower ekonomi adalah ini : bonus demografi. Ini istilah yang lazim digunakan untuk menyebut sebuah negara yang punya komposisi penduduk yang produktif. Indonesia termasuk disitu : dari 235 juta penduduk kita, mayoritas berada pada usia produktif (atau antara 17 sd 50 tahun). Dan ini akan memberi efek dahsyat bagi kemajuan ekonomi.
Negara-negara maju, termasuk Jepang, sebaliknya. Mayoritas penduduk mereka berada pada usia lanjut (dan tidak produktif). Sebutannya : negara yang menua, atau an aging nation. Dan ini malapetaka buat ekonomi bangsa. Jepang dan negera maju lainnya, pelan-pelan bisa hancur, sejalan dengan penduduknya yang jompo semua.
Demikianlah beberapa catatan yang layak diperhatikan, kala kita punya impian untuk menjadikan Sang Bumi Nusantara menjadi the Next Economic Superpower.
Kemakmuran sebuah negeri, termasuk kemakmuran penduduknya seperti Anda semua, selalu ditentukan oleh tingkat ekonomi negara itu. Ketika sebuah negeri memiliki tingkat ekonomi yang mencorong, maka negara itu kemudian layak masuk dalam kategori economic superpower.
Dan salah satu indikator ekonomi paling penting untuk mengukur kemakmuran sebuah negeri adalah produk domestik bruto atau PDB (dalam bahasa Inggris disebut juga sebagai Gross Domestic Bruto atau GDP). Ibarat warung makan, PDB ini adalah output total yang diproduksi oleh warung tersebut; dan kemudian dinilai dalam uang. Semakin besar output makanan yang dihasilkan oleh warung itu, maka tentu semakin besar perputaran uang yang dihasilkan oleh pemiliknya.
PDB dengan kata lain menunjukkan size ekonomi sebuah negara. Semakin besar nilainya, berarti makin makmurlah negera itu. Lalu siapakah top ten economic superpower saat ini? Tulisan kali ini ingin mengajak kita semua untuk mencoba berpikir sebagai a global strategist.
Berikut peringkat top ten ekonomi dunia berdasar nilai PDB yang dihasilkan (berdasar juta US dollar) :
1. United States —- 14,600,000
2. China ————- 5,800,000
3. Japan ————- 5,400,000
4. Germany ———- 3,300,000
5. France ———— 2,500,000
6. United Kingdom —- 2,250,000
7. Brazil ————–2,090,000
8. Italy ————– 2,055,000
9. Canada ———– 1,570,000
10. India ———— 1,537,000
…………………
18. Indonesia ————- 706,000
Ada beberapa catatan yang mau dibedah disini. Yang pertama, Amerika hingga saat ini tetap menjadi yang berbesar ekonominya. Namun China terus mengejar dengan penuh semangat bak pendekar shaolin. Tahun 2010 lalu, China mendepak posisi Jepang dari nomer dua ekonomi dunia. Dan diramalkan pada tahun 2025, China akan menjadi nomer satu. Number One. (Peradaban China memang jauh lebih agung dibanding Amerika dan Eropa; dan mereka sangat layak menjadi nomer satu dunia. Ingatlah film-film mandarin kuno dengan kuil-kuil zaman Ming yang gagah – dan kita tahu betapa kerennya peradaban Tiongkok).
Catatan kedua : Jepang mungkin akan makin terseok-seok. Dalam sepuluh tahun terakhir ekonomi mereka stagnan. Maju ndak mundur ndak. Komposisi demografi mereka yang kian tua juga menjadi bom waktu. Jepang adalah an aging nation – negara yang menua. Dan produktivitas apa yang bisa diharapkan dari para kakek yang rambutnya mulai memutih dan berwajah sendu? Semangat Musashi mungkin harus digali kembali oleh warga Jepang.
Catatan ketiga : ukuran ekonomi dan PDB sebuah negeri memang amat bergantung juga dengan jumlah penduduk. Semakin besar jumlahnya, ukuran ekonomi akan semakin besar. Itulah kenapa ekonomi China, India, Brazil dan Rusia (penduduknya rata-rata diatas 100 juta, seperti Indonesia) akan makin berkibar di masa mendatang. Tentu saja jika ini diimbangi dengan produktivitas setiap penduduk yang cukup tinggi. Gabungan antara jumlah penduduk yang tinggi dengan tingkat produktivitas per penduduk yang bagus, sungguh akan menghasilkan level ekonomi yang juga top markotop.
Catatan terakhir : saat ini, ukuran ekonomi Indonesia masih berada pada urutan 18 (seperti dilihat diatas). Sebuah prestasi yang layak di-syukuri juga. Ini pertanda pelan-pelan ekonomi Indonesia bergerak ke arah “middle economy club” bersama Meksiko, Turki dan Korea Selatan.
Dan tentu kita akan selalu ingat dengan prediksi Goldman Sach, sebuah lembaga keuangan terkemuka dunia, bahwa di tahun 2050 – atau 39 tahun dari sekarang – nilai PDB dan size ekonomi Indonesia akan berada pada peringkat 7 dunia (mengalahkan size ekonomi Jerman, Inggris dan Jepang !!).
Pada tahun 2050 itu, dengan jumlah penduduk sekitar 400 juta, ekonomi Indonesia akan menjadi salah satu rakasasa dunia. Secara ekonomi, bangsa Indonesia akan menjadi salah satu key player yang disegani dalam kancah global.
Bagi para pelaku bisnis dan praktisi manajemen, peta masa depan ekonomi semacam itu sungguh merupakan “ladang emas” yang begitu menggugah. Jika Anda masih muda (berusia 20-an tahun) dan memiliki spirit optimisme, patrikan impian besar untuk menjadi the future great business owners.
Jangan buang waktu untuk melulu berpikir negatif dan pesimis. Rebut peluang emas itu. Dan rajutlah impian itu bersama dengan tumbuhnya ekonomi raksasa Indonesia.Negeri ini pernah mengalami kejayaan yang amat impresif, ketika dipimpin oleh seorang perdana menteri bernama Gajah Mada. Kedahsyatan negeri Majapahit yang dipahat 900 tahun silam itu insya Allah akan terulang kembali.
Dan senyampang dengan itu, dengan gagah berani muncul barisan the Next Economic Superpowers : China, India, South Korea, dan tentu saja sebuah negeri indah yang bernama : Indonesia.
Salah satu tanda kebesaran ekonomi sebuah bangsa, selalu dilihat dari size PDB-nya atau produk domestik bruto (atau GDP/Gross Domestic Product). Dalam bahasa kampung, PDB merupakan total output/produksi yang dihasilkan oleh sebuah negara : mulai dari produksi sepatu oleh pengrajin Cibaduyut hingga hasil minyak Pertamina; mulai dari produksi mie tek-tek di pinggir pasar Glodok hingga produksi kelapa sawit di perkebunan maha luas milik Astra Agro Lestari.
Pendeknya, PDB ibarat volume produksi bagi para juragan pabrik. Makin besar, makin bagus. Dan negeri kita, karena jumlah penduduknya yang amat banyak serta area Nusantara yang maha luas (lebih panjang dibanding negara Amerika), termasuk negara dengan PDB yang relatif besar yakni : 6,000 trilyun rupiah (atau berada pada posisi 18 terbesar di dunia).
Nah, angka PDB itu juga yang dijadikan dasar untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Jadi, kalau di koran-koran kita dengar ekonomi Indonesia akan tumbuh 6 %, maka patokannya adalah : angka PDB yang besarnya sudah Rp 6,000 trilyun akan tumbuh 6 % (atau tumbuh sebesar Rp 360 trilyun rupiah). Angka pertumbuhan 6 % tergolong bagus (Eropa dan Amerika hanya bisa tumbuh 1,5%; jadi kita bisa tumbuh 4 kali lipat dibanding mereka !!).
Dengan basis angka PDB yang sudah cukup besar, dan didukung dengan angka pertumbuhan yang meyakinkan (yakni antara 6 – 7%), Indonesia PASTI akan menjadi raksasa ekonomi di masa depan (sayangnya, media massa kita jarang menampilkan hal ini. Justru media internasional yang berkali-kali membahas masa depan gemilang ekonomi Indonesia).
Yang mungkin juga layak dicatat adalah ini : jumlah size PDB yang 6000 triyun itu, mayoritasnya (sekitar 63%) di sumbang oleh konsumsi domestik. Atau oleh belanja konsumen domestik, atau ya oleh kita-kita ini : mulai dari membeli Blackberry Bold 9900 baru di pasar Roxi hingga ambil Vario gres di dealer motor; mulai dari jalan-jalan sambil makang siang di Mall hingga beli baju modis di Bandung.
Konsumen Indonesia memang amat powerful. Itulah kenapa seorang haji yang juga juragan sukses pernah bilang : cari uang di Indonesia itu amat gampang; uang ratusan milyar bercereran di jalan dan di pasar; kita tinggal mengambilnya semudah mengorek upil.
Maksud sang juragan itu jelas : peluang bisnis dan prospek pasar di negeri ini sedemikian menggiurkan, dan inilah kesempatan emas bagi siapa saja untuk menjalankan bisnis (kalau ndak percaya tanya Toyota dan Nestle kenapa mereka mau bikin pabrik baru di Cikarang, masing-masing senilai 2 trilyun). So, just build your own business, and do it NOW.
Elemen lain yang juga akan membuat Indonesia menjadi superpower ekonomi adalah ini : bonus demografi. Ini istilah yang lazim digunakan untuk menyebut sebuah negara yang punya komposisi penduduk yang produktif. Indonesia termasuk disitu : dari 235 juta penduduk kita, mayoritas berada pada usia produktif (atau antara 17 sd 50 tahun). Dan ini akan memberi efek dahsyat bagi kemajuan ekonomi.
Negara-negara maju, termasuk Jepang, sebaliknya. Mayoritas penduduk mereka berada pada usia lanjut (dan tidak produktif). Sebutannya : negara yang menua, atau an aging nation. Dan ini malapetaka buat ekonomi bangsa. Jepang dan negera maju lainnya, pelan-pelan bisa hancur, sejalan dengan penduduknya yang jompo semua.
Demikianlah beberapa catatan yang layak diperhatikan, kala kita punya impian untuk menjadikan Sang Bumi Nusantara menjadi the Next Economic Superpower.
Kemakmuran sebuah negeri, termasuk kemakmuran penduduknya seperti Anda semua, selalu ditentukan oleh tingkat ekonomi negara itu. Ketika sebuah negeri memiliki tingkat ekonomi yang mencorong, maka negara itu kemudian layak masuk dalam kategori economic superpower.
Dan salah satu indikator ekonomi paling penting untuk mengukur kemakmuran sebuah negeri adalah produk domestik bruto atau PDB (dalam bahasa Inggris disebut juga sebagai Gross Domestic Bruto atau GDP). Ibarat warung makan, PDB ini adalah output total yang diproduksi oleh warung tersebut; dan kemudian dinilai dalam uang. Semakin besar output makanan yang dihasilkan oleh warung itu, maka tentu semakin besar perputaran uang yang dihasilkan oleh pemiliknya.
PDB dengan kata lain menunjukkan size ekonomi sebuah negara. Semakin besar nilainya, berarti makin makmurlah negera itu. Lalu siapakah top ten economic superpower saat ini? Tulisan kali ini ingin mengajak kita semua untuk mencoba berpikir sebagai a global strategist.
Berikut peringkat top ten ekonomi dunia berdasar nilai PDB yang dihasilkan (berdasar juta US dollar) :
1. United States —- 14,600,000
2. China ————- 5,800,000
3. Japan ————- 5,400,000
4. Germany ———- 3,300,000
5. France ———— 2,500,000
6. United Kingdom —- 2,250,000
7. Brazil ————–2,090,000
8. Italy ————– 2,055,000
9. Canada ———– 1,570,000
10. India ———— 1,537,000
…………………
18. Indonesia ————- 706,000
Ada beberapa catatan yang mau dibedah disini. Yang pertama, Amerika hingga saat ini tetap menjadi yang berbesar ekonominya. Namun China terus mengejar dengan penuh semangat bak pendekar shaolin. Tahun 2010 lalu, China mendepak posisi Jepang dari nomer dua ekonomi dunia. Dan diramalkan pada tahun 2025, China akan menjadi nomer satu. Number One. (Peradaban China memang jauh lebih agung dibanding Amerika dan Eropa; dan mereka sangat layak menjadi nomer satu dunia. Ingatlah film-film mandarin kuno dengan kuil-kuil zaman Ming yang gagah – dan kita tahu betapa kerennya peradaban Tiongkok).
Catatan kedua : Jepang mungkin akan makin terseok-seok. Dalam sepuluh tahun terakhir ekonomi mereka stagnan. Maju ndak mundur ndak. Komposisi demografi mereka yang kian tua juga menjadi bom waktu. Jepang adalah an aging nation – negara yang menua. Dan produktivitas apa yang bisa diharapkan dari para kakek yang rambutnya mulai memutih dan berwajah sendu? Semangat Musashi mungkin harus digali kembali oleh warga Jepang.
Catatan ketiga : ukuran ekonomi dan PDB sebuah negeri memang amat bergantung juga dengan jumlah penduduk. Semakin besar jumlahnya, ukuran ekonomi akan semakin besar. Itulah kenapa ekonomi China, India, Brazil dan Rusia (penduduknya rata-rata diatas 100 juta, seperti Indonesia) akan makin berkibar di masa mendatang. Tentu saja jika ini diimbangi dengan produktivitas setiap penduduk yang cukup tinggi. Gabungan antara jumlah penduduk yang tinggi dengan tingkat produktivitas per penduduk yang bagus, sungguh akan menghasilkan level ekonomi yang juga top markotop.
Catatan terakhir : saat ini, ukuran ekonomi Indonesia masih berada pada urutan 18 (seperti dilihat diatas). Sebuah prestasi yang layak di-syukuri juga. Ini pertanda pelan-pelan ekonomi Indonesia bergerak ke arah “middle economy club” bersama Meksiko, Turki dan Korea Selatan.
Dan tentu kita akan selalu ingat dengan prediksi Goldman Sach, sebuah lembaga keuangan terkemuka dunia, bahwa di tahun 2050 – atau 39 tahun dari sekarang – nilai PDB dan size ekonomi Indonesia akan berada pada peringkat 7 dunia (mengalahkan size ekonomi Jerman, Inggris dan Jepang !!).
Pada tahun 2050 itu, dengan jumlah penduduk sekitar 400 juta, ekonomi Indonesia akan menjadi salah satu rakasasa dunia. Secara ekonomi, bangsa Indonesia akan menjadi salah satu key player yang disegani dalam kancah global.
Bagi para pelaku bisnis dan praktisi manajemen, peta masa depan ekonomi semacam itu sungguh merupakan “ladang emas” yang begitu menggugah. Jika Anda masih muda (berusia 20-an tahun) dan memiliki spirit optimisme, patrikan impian besar untuk menjadi the future great business owners.
Jangan buang waktu untuk melulu berpikir negatif dan pesimis. Rebut peluang emas itu. Dan rajutlah impian itu bersama dengan tumbuhnya ekonomi raksasa Indonesia.Negeri ini pernah mengalami kejayaan yang amat impresif, ketika dipimpin oleh seorang perdana menteri bernama Gajah Mada. Kedahsyatan negeri Majapahit yang dipahat 900 tahun silam itu insya Allah akan terulang kembali.
Minggu, 24 November 2013
Foto foto Insiden Baju Melorot Artis Seksi Indonesia
Begini jadinya jika artis terlalu bersemangat....sampai-sampai apa yang dikenakannyapun berubah menjadi petaka baginya, namun bagi yang melihatnya itu adalah sebuah moment langka dari seorang artis...karena bersifat spontan dan apa adanya.....
Berikut photo-photo baju para artis indonesia yang melorot saat dikenakan pada moment-moment tertentu :
Berikut photo-photo baju para artis indonesia yang melorot saat dikenakan pada moment-moment tertentu :








Kamis, 14 November 2013
SD Kelas 1 Bahasa Indonesia
Aku Bisa Bahasa IndonesiaKelas : 1
Pengarang : Yeti Nurhayati
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Bahasa Kita Bahasa IndonesiaKelas : 1
Pengarang : Muhammad Jaruki
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Bahasa IndonesiaKelas : 1
Pengarang : Iskandar & Sukini
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Pintar Bahasa IndonesiaKelas : 1
Pengarang : Sri Hapsari & Nunung Kuraesin
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Bahasa IndonesiaKelas : 1
Pengarang : Dian Sukmawati, Endang Rahmat & Denny Iskandar
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Bahasa IndonesiaKelas : 1
Pengarang : Umri Nuraini & Indriyani
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Indahnya Bahasa Dan Sastra IndonesiaKelas : 1
Pengarang : H. Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali & Sujimat
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Belajar Bahasa Indonesia Itu MenyenangkanKelas : 1
Pengarang : Ismail Kusmayadi, Nandang R. Pamungkas & Ahmad Supena
Penerbit : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download Klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)